Penjualan rumah bekas di Amerika Serikat pada Juni mengalami penurunan yang mengecewakan, sementara harga properti justru mencapai level tertinggi sepanjang masa. Data dari National Association of Realtors menunjukkan tren ini terjadi di tengah kekhawatiran berkelanjutan soal keterjangkauan hunian.
Rata-rata waktu rumah terdaftar di pasar pada Juni adalah 28 hari, sedikit lebih cepat dibandingkan 29 hari pada Mei. Angka ini juga lebih lambat jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, kondisi keseluruhan penjualan masih di bawah ekspektasi, menandai akhir musim semi yang kurang menggembirakan bagi pelaku pasar.
Harga median rumah bekas terus naik dan menyentuh rekor baru. Kombinasi volume penjualan yang lesu dengan harga yang semakin tinggi menciptakan tekanan ganda bagi calon pembeli. Banyak pihak yang menunda keputusan karena khawatir beban cicilan akan semakin berat.
Dampak langsung dari situasi ini terasa pada segmen pembeli pertama kali yang semakin kesulitan masuk pasar. Ketika harga terus melonjak sementara pasokan rumah terbatas, peluang untuk memiliki hunian semakin mengecil. Hal ini berpotensi memperlebar kesenjangan kepemilikan properti di kalangan generasi muda.
Selain itu, kondisi ini juga memengaruhi mobilitas tenaga kerja. Ketika orang kesulitan menjual rumah lama atau membeli yang baru, perpindahan antar kota atau negara bagian menjadi lebih rumit. Dalam jangka panjang, hal tersebut bisa memperlambat dinamika ekonomi yang bergantung pada fleksibilitas tenaga kerja.
Pasar properti residensial AS memang sedang menghadapi tantangan struktural yang tidak mudah diselesaikan dalam waktu dekat. Kombinasi harga tinggi dan volume transaksi rendah menunjukkan bahwa keseimbangan antara penawaran dan permintaan belum pulih sepenuhnya.
